Heboh ... Video Viral ... Mesjid Tetap Berdiri Gagah di Tengah Proyek Tol Semarang-Solo
loading...
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Ada satu masjid masih berdiri kokoh meski di sekitarnya sudah tak ada lagi hunian. Bahkan hanya berjarak beberapa meter dari masjid itu, lahan sudah dikeruk menggunakan mesin berat untuk proyek jalan tol.
Iya, Masjid Baiturrahman terletak di Dusun Geneng, Desa Timpik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang masih berdiri kokoh di tengah pengerjaan proyek jalan tol Semarang - Solo seksi IV.
Ditemui tribunjateng.com, Kamis (19/10/2017) Takmir Masjid Baitulrokhim, Warsono mengatakan masjid yang difungsikan sejak tahun 1979 ini memang belum dibongkar.
"Kami masih menunggu realisasi dari pihak pelaksanan proyek jalan tol untuk merelokasi masjid tersebut," kata Warsono.
Meski berada di tengah pengerjaan proyek jalan tol, masjid tersebut masih digunakan oleh masyarakat Dusun Geneng untuk beribadah.
"Karena hanya satu masjid di Dusun ini, dan digunakan oleh 100 KK (kepala keluarga) atau sekitar 250 jemaah dari tiga RT. Masjid masih digunakan untuk beribadah salat lima waktu, salat Jumat dan pengajian," kata Warsono.
Pemerintah terus mengebut pengerjaan Jalan Tol Semarang - Solo, supaya dapat dioperasionalkan pada tahun 2018.
Masjid Baiturrahman berada di tebing yang di sekelilingnya terlihat alat berat sedang dioperasionalkan oleh pekerja untuk mengerjakan proyek jalan tol Semarang - Solo seksi IV.
Saat ini warga dusun tersebut masih menunggu realisasi penanggungjawab proyek untuk merelokasi masjid tersebut.
Terkait relokasi, Warsono mengatakan, pihak pengelola dan pelaksana proyek, yakni PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), PT Trans Marga Jateng (TMJ), hingga PT Waskita sudah menyediakan lahan pengganti.
Lahan pengganti berada sekitar 100 meter dari lokasi Masjid Baitulrokhim, dan lebih luas.
Luas lahan masjid sebelumnya hanya 160 meter persegi kini menjadi 180 meter persegi. Tanah itu berasal dari lahan milik warga yang dibeli oleh pengelola jalan tol Rp 63 juta.
Dia menceritakan PT Waskita selaku perusahaan yang mengerjakan proyek jalan tol tersebut akan membangunkan.
Namun, menurutnya, masjid baru yang dibangun tersebut kurang untuk menampung para jamaah saat salat Jumat maupun saat salat hari raya.
Masjid Baiturrahman terletak di Dusun Geneng, Desa Timpik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang masih berdiri kokoh di tengah pengerjaan proyek jalan tol Semarang - Solo seksi IV.
"Di masjid yang baru tidak ada halaman luas seperti yang lama karena kanan kirinya sudah rumah dan di depannya hanya ada jalan kecil. Untuk itu, warga menghendaki dibangun dua lantai," kata Warsono.
Jika pun tidak dibangun oleh Waskita, Warsono mengatakan warga berkeinginan untuk mendapatkan dana pengganti untuk membangun masjid secara swadaya.
"Kami meminta uang pengganti bangunan senilai Rp 300 juta dan masyarakat akan bergotong royong untuk menutup kekurangannya," paparnya. (Tribun Jateng/Suharno)
loading...
SELURUH GAMES ONLINE TELAH TERSEDIA
BalasHapusHANYA DI .W.W.W.A.R.E.A.TO.T.O.N.E.T